"Sayang...surat ini ku tulis dikejauhan malam...
Ketika hujan gerimis...
Biarpun bercinta dengan mu sungguh indah...
Namun memutuskannya aku terluka...
Tapi biarlah kekecewaan hari ini
Dari nanti kehilangan harga diri
Aku telah tiba dipenghujung kesabaran
Sebelum lebih menderita
Biarlah aku yang memberikan keputusan..."
Noktah dibaris akhir...
Ku redha keputusan suratan takdir
Telah lama menunggu
Masa yang berharga sesia berlalu
Kau memberi harapan yang
Palsu...
Oh... oh...
Kerana tiada
Pendirian yang nyata
Kututupi lembaran
Cinta pudar...
Tiada ketelusan
Tiada keberanian
Lama menanti
Jawapan pasti
Terkulai kini
Mimpi... Mimpi...
Dengan lembaran ini
Akan tiada lagi
Seorang penanti
Yang asyik menghitung hari dalam mimpi
Oh... mimpi...
"Selesai surat ini kau tatapi...
Aku harap kau mengerti...
Setelah ini antara kita
Akan tiada pertemuan lagi..."
Ken@ali DiRiKU
- Tukang Bic@ra
- Kuala Lumpur, Guest it, Malaysia
- aku bercerita apa yg ku rasai dan lihat sepanjang ku menghela nafas di atas muka bumi ALLAH ini semoga penghayatan ku ini terus di berkati amin..............
Saturday, January 14, 2012
Tuesday, January 10, 2012
BERKATA HATI...
BERKATA HATI...
Disaat aku terkesima dengan sebuah pertemuan
Dalam sebuah dimensi masayang berbeza
Menyoroti rasa yang kala jauh terlaksana
Kita adalah bukan malah tidak layak bersama
BERKATA HATI...
Di kala aku pulang membawa kekuatan
Aku rebah dalan sebuah kedukaan
Air mata yang ku sekang mula meredah hiba berpanjangan
Namun aku akur inilah ketentuan
BERKATA HATI...
Aku di hina tanpa belasan
Dicaci domba bagai tiada kehormatan
Singkapan sejarah lama di jadikan ugutan
Kenapa mesti orang yang aku sayang menjadi sasaran
BERKATA HATI...
Mungkin benar untuk dahulu aku menagih cinta
Namun aku pasrah kerana tiada bucu akhirnya
KIni jelas buat segalanya
Aku menandakan aksara noktah buat segala
BERKATA HATI...
Cukuplah aku bersedih hiba
Hati ku ini tawar bak hempedu pahitnya
Biarlah aku corakkan kehidupan ku agar sempurna
Mencari insan yang terakhir sehingga ke punghujung dunia
BERKATA HATI...
Tertutup semua pintu malah terpasung hiba
Aku melangkah jelas ke pada takdir yang maha esa
Menentukan segala kekuatan dan keashihan dalam arca bicara
Kerana keyakinanku untuk bersama hancur dan lebur di mamah belati bitara
BERKATA HATI...
Tatkala malam mula meninggalkan embun
Tatkala siang mula menimbulkan fajar
Aku berseru pada sebuah kalam
Tuntutlah hatiku demi keredhaan-MU
BAntuilah aku dan ketemukanlah aku
Dengan sebuah rasa,jiwa,dan gembira
Yang bisa membuat aku bahagia selamanya
Dan tidak terputus dari tali mu ya KALAM......................
Sunday, December 25, 2011
BIAR MENJAUH........
Biar Menjauh...
Lama nya hati tidak tercoret
Hati tidak menguris rasa
Kerana aku bangkit dari sebuah kehampaan
Membina suatu pusara di dalam kekuatan
Biar Menjauh...
Aksar-aksar duka aku tinggalkan penuh sepi
Menjauh di dalam sebuah kesedihan hati
aku bangkit dan terus mara
Persetankan soalan jiwa menguris rasa
Biar Menjauh...
Aku pasrah walau hatiku masih memerlukan
Aku berserah apabila pastikan dia berbahagia
Ku korban sedikit rasa dan lantas menjauh darinya
Disisi mu aku terdiam seribu bahasa walau jiwa ku masih tergetar
Biar Menjauh...
Hati yang bersisa aku laharkan dengan sebuah kebencian
Walau terkesan asmara yang masih membara
Namun apakah erti mengharap kepada sebuah kenangan
Aku korbankan kasih demi kebahagiaan
Biar Menjauh...
Aku bangkit dari sebuah rasa
Mengubah suatu dimensi
Lantas mencipta satu listrik gaya
Yang membawa aku kepada suata peranjakan diri
Biar Menjauh...
Biarlah rahsia ini terus terbiar
Kenangan tidak pernah membawa apa-apa erti lagi
Penantian ku kini tamat dan beku bersama duka
Tiada lagi tangisan malah aku tinggalkan denga piung-piung rahsia
Biarlah Menjauh...
Jika takdir aku begini
Aku pasrah dalah lohmafuz
Kerana keyakinanku setelus siratul mustaqim
Moga rahsia ini terus menjadi rahsia
Kerana hatiku tidak bisa menipu lantas lastrik mata lebih pantas berbicara
Hapuslah duka hidupkan gembira
Kerana penantian ku kini hanya sebuah kenangan....................
Tuesday, December 6, 2011
LIFE FOR RENT
I haven't ever really found a place that I call home
I never stick around quite long enough to make it
I apologize that once again I'm not in love
But it's not as if I mind that your heart ain't exactly breaking
It's just a thought, only a thought
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
I've always thought that I would love to live by the sea
To travel the world alone and live more simply
I have no idea what's happened to that dream
'cause there's really nothing left here to stop me
It's just a thought, only a thought
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
While my heart is a shield and I won't let it down
While I am so afraid to fail so I won't even try
Well how can I say I'm alive
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
I never stick around quite long enough to make it
I apologize that once again I'm not in love
But it's not as if I mind that your heart ain't exactly breaking
It's just a thought, only a thought
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
I've always thought that I would love to live by the sea
To travel the world alone and live more simply
I have no idea what's happened to that dream
'cause there's really nothing left here to stop me
It's just a thought, only a thought
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
While my heart is a shield and I won't let it down
While I am so afraid to fail so I won't even try
Well how can I say I'm alive
But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
'cause nothing I have is truly mine
Wednesday, November 30, 2011
SEBUAH PENGLIHATAN INDAH....
PENGLIHATAN INDAH...
Sebuah perjalanan yang aku abadikan dalam sebuah penglihatan yang menceritakan segala kesukaan dan detik gembiraku hanya tujuanku pacu menambahkan fitrah akan keindahan alam dalam pengadaptasian sebuah kehdupan..........
Sebuah perjalanan yang aku abadikan dalam sebuah penglihatan yang menceritakan segala kesukaan dan detik gembiraku hanya tujuanku pacu menambahkan fitrah akan keindahan alam dalam pengadaptasian sebuah kehdupan..........
Tuesday, November 15, 2011
PENGUNDURAN HAKIKI...
PENGUNDURAN HAKIKI...
Manusia bias dalam setiap kata bertingkah
Berkarya dalam setiap aksara
Berkisah dalam setiap butiran kaca
Bermadah dalam sebuah lenggok berkata
PENGUNDURAN HAKIKI...
Aku sematkan sebuah rasa di dalam jiwa
Hapus kan duka menyepuh bitara
Namun sang hati yg berduka nyata terus terluka
Sebelum lebih parah terjerat baik lah kiranya unduran rasa
PENGUDURAN HAKIKI...
Bertemu aku dengan sang balqis membuka mata
Namun di sambar oleh sang nadim yang bijak menduga
Apalah daya jika hati berparut hiba
Hendak di tanguh namun terjerat lalu menikam jiwa
PENGUNDURAN HAKIKI...
Bagaimana aku harus memula
Setiap langkah ku terpasung tersungkur jatuh
Namun aku harus bermula
Setiap ampunan harus ku raih untuk bertingkah lalu
PENGUNDURAN HAKIKI...
Adalah menjadi hak aku sebagai penduduk arasy
MEndukung Qursi untuk meletakkan diri serendah datar
Moga mendapat suatu keselesaan malah kesempurnaan
Agar hijab dan barzakh ku tidak tersekat dgn siksa yang mencucuk................
HARUSKAH KU MENANGIS...
HARUSKAH KU MENANGIS...
Di atas setiap kesalah lamaku
DI atas setiap dosa ku
Semua bagaikan tertuju pada pundakku
Allah maha mengetahui segala rahsia
HARUSKAH KU MENANGIS...
Aku tersasar dalam sebuah penilaian
Aku tersesat dalam sebuah pencarian
Aku sendiri terperangkap dengan asmaraku
Aku berdosa meninggalkan rasa
HARUSKAH KU MENANGIS...
Perasaan ku terdera dengan kebutuhan masa
Jiwaku mati setelah aku merana
Perlukah aku memujuk yang lara
Sedangkan aku penuh cerita air mata
HARUSKAH KU MENANGIS...
Luahan ku tidak pernah di hinggap manusia
Datang nya ramai tapi bukan kerana rasa
Lantas nafsu hanya bertuankan sahaya
Ingin memiliki kerana apa yang aku ada
HARUSKAH KU MENANGIS...
Apabila aku mula mencorak langkah
Aku pernah mejadikan hari ini sebuah sejarah zionis
Aku ternoda di dalam dosa
Tangan ku terpasung untuk melontarkan bahasa
HARUSKAH KU MENANGIS...
Ku mencari dosa lampauku
Kerana bahasa ku aku terjerat dengan kataku
Aku terhindar dari hatinya kerana bukan diriku
Aku tersingkir dengan maha hebatnya apabila aku tersungkur
HARUSKAH KU MENANGIS...
Di saat kalam jelas membuktikan
Tatkala hidup aku terus diombak sepi
Aku terumbang digulung badai
Namun hilang tuju ku bak hidup tak terpenjuru
HARUSKAH KU MENANGIS...
Tatkala cinta itu hilang dalam sebuah rasa
Aku menjerat diri dalam sekalung noda
Terjerumus di dalam kancah yang penuh persona
Terkesima akan dosa yang terkutub
Segala jalan kini kelam buat selamanya...............................................
Subscribe to:
Posts (Atom)










